Ala bisa karena biasa

pepatah bilang gitu kan? Apapun kalo sudah jadi kebiasaan pasti terbiasa, bahkan sesuatu yg keliatan sepele di kehidupan sehari-hari kita kalo udah jadi kebiasaan pasti akan jadi penilain orang lain untuk menilai siapa kita.

Sepele sih..kalo abis ambil atau pakai gunting kuku setelah selesai disimpen lagi ditempatnya

Atau kalo diluar udah gelap langsung nyalain lampu teras

Atau lagi kalo udah tau dan denger diluar gerimis ya jemuran diangkat lah.

Bisa juga nih abis ambil teh yaa kotak tehnya ditaro lagi pada tempatnya.

Keliatannya sih sepele, tapi kalo udah jadi kebiasaan pasti akan dilakukan terus. Liat yang berantakan diberesin, liat yang kotor dibersihin. Apalagi buat perempuan yaa khususnya, kalo hal-hal sepele kayak gini ga dijadikan kebiasaan ga bisa dibayangin gimana kalo udah nikah? Ngurus suami? Ngurus rumah? Ngurus anak? Hmmmmm…
Kalo kategorinya ga terbiasa gitu bisa dikategorikan dalam sifat cuek? Pemalas? Kurang peka? Atau apa gitu? Hahaha

Perempuan dinilai dari kesehariannya, mulai dari cara dia berpakaian, rambutnya sisiran apa engga atau yaa dinilai dari kebiasaannya kayak apa. Kalo terbiasa berantakan, urakan, pabalatak mah yaa laki juga males deketin. Gitu sih menurut saya hehehe

Saya bukan tipikal orang yang suka menegur, menasehati atau memaksa orang dengan sifat seperti itu untuk berubah. Saya sih lebih memilih menyindir dengan melakukan kebiasaan sepele itu di depan orangnya, tapi yaa itu sekali lagi kalo orangnya bebal, cuekan mah bodo amat tetep hahaha wes aku kudu piye kalo udh begindang? 😓😓

Cuma bisa ngelus dada, ini yang salah orangnya sendiri, apa orangtuanya yang ga ngajarin, apa lingkungannya yang emang ga pedulian? Padahal naluri beberes, naluri untuk rapih dan bersih kan sejatinya emang milik perempuan hehehe

Cuma bisa doain semoga golongan orang-orang seperti itu cepat terbuka dan tergerak hatinya untuk berubah, huuuuuufffttt 😤😤😴😴
Btw “Selamat Tahun Baru 2016”

Alhamdulillah untuk 2015

Bismillah untuk 2016

The Wedding 14 maret 2015

finally…
Alhamdulillah…

Setelah penantian panjang, setelah pencarian panjang dan setelah perjalanan panjang akhirnya kapal saya pun berlabuh. Tepat pada hari sabtu tanggal 14 maret 2015 saya sudah resmi jadi istri orang hehee 😁 

Jabatan tangan antara papa saya dan laki-laki yang akan menjadi imam saya menjadi awal ijab qabul yang alhamdulillah hanya satu kali pengucapan. Cepat,lugas dan tegas… Persekian detik di hari itu tanggal itu dan pagi itu semuanya berubah, istri dan calon ibu (insyaAllah Aamiin)

  
Dan inilah laki-laki itu, imam saya saat ini dan sampai akhir hayat (Aamiin). Foto ini diambil sebelum ijab qabul,saat mendengar khotbaj nikah dan dia masih bisa ketawa-ketawa. Padahal saya tau jantungnya sedang berdegup kencang hihihii dan saya pun sama menunggu di dalam kamar pengantin hanya bisa berdoa dan berdzikir agar Allah mudahkan dan lancarkan semuanya. Alhamdulillah..  Alhamdulillah.. Hari itu berjalan dengan khitmad dan lancar sesuai dengan rencana kami, hari itu adalah hari dimana saya dan suami memulai semuanya… Memulai kehidupan yang baru, bukan lagi aku dan kamu tapi kami, tapi kita…

  
Yes! Akhirnya bisa punya foto pake baju pengantin sambil gaya pegang buku nikah wkwkwkwkwkk yakin ga punya impian yang sama kayak saya?? Pasti pada pingin kan bisa foto kayak gini?? Hehhee bukan niat manas-manasin sih tapi moment ini bener-bener bahagiaaaaa 😍😍😍

Setelah acara ijab qabul kami masih melanjutkan ke prosesi yang lain, karena diadat palembang ada prosesi suap-suapan dan cacap-cacapan.

  
Pada prosesi ini saya dan suami didudukam diatas kasur songket yang berukuran kecil, kemudian secara bergantian orang tua dan para tetua di keluarga masing-masing memberikan suapan kepada saya dan suami secara bergantian. Yang disuapkan kepada saya dan suami adalah ketan kuning dan ayam yang sudah dibakar. Pada prosesi ini yang melakukan suapan adalah mama kandung,mama mertua dan para tetua yang perempuan. Setelah suap-suapan dilanjutkan dengan cacap-cacapan dimana prosesi ini dilakukan oleh papa kandung, papa mertua dan para tetua laki-laki. Satu persatu mereka mencipratkan air yang sudah dicampur dengan bermacam-macam bunga ada melati,mawar,kenanga,dll ke ubun-ubun atau keatas kepala saya dan suami. 

Kedua prosesi itu melambangkan bahwa kedua orangtua dan para tetua merestui,melepas dan mendoakan kedua mempelai. Untuk suap-suapan sendiri diibaratkan sebagai suapan terakhir dari seorang ibu kepada anak-anaknya yang telah menikah,yakaliii abis nikah disuapin sama istri wkwkwkwkwkkk 

Intinya pada hari itu kami membagi semua bahagia kami, kami menerima restu dan doa dari seluruh keluarga, kerabat, sahabat, tetangga dan semua tamu. Acara selesai sekitar pukul 12 siang yang ditutup dengan makan siang bersama, alhamdulillah pengantinnya ga laper selain emang ga nafsu karena terlalu bahagia (padahal mah pengantin perempuannya takut lipstiknya rusak) hehehe dan juga karena pengantinnya udah lumayan kenyang disuapin ketan kuning dan ayam wkwkwkwkwkk soalnya mama-mama kita nyuapinnya pake tangan terisi penuh,sampe kita ngunyahnya lama hehehe eh malah ditanya mau nambah gaa? Yaahh kan pengantinnya malu juga kalo mau nambah hahahhaaa

Alhamdulillah… Selesai juga akad nikah kami hari itu, yang masih harus berlanjut dengan acara resepsi pernikahan di esok hari. 

Tar yaaa dilanjut lagi ceritanya, itu juga kalo saya ga males ngebloh wkwkwkwkk

J E N U H

Mungkin ini adalah titik dimana saya merasa ini sudah harus berakhir, ini harus disudahi, ini harus diselesaikan dan ini harus dilepaskan.

tahun 2011 yang lalu adalah langkah awal dimana saya bisa berada di tempat ini, langkah pertama saya pergi dari rumah. memulai hidup yang sebenarnya, memulai berdiri diatas kaki sendiri, memulai untuk menjadi lebih tangguh. sampai pada hari ini saya masih berusaha untuk tangguh, sampai pada hari ini saya masih berusaha untuk bertahan. tapi hati yang sudah lelah ini memilih untuk segera melepas semua ini.

tahun 2014 akan segera berakhir,sekitar 4 tahun yang lalu saya memulai semuanya dari nol. sudah jenuh, sudah lelah. saya sudah ingin lepas dan bebas dari perusahaan yang tidak membuat bahagia ini, lepas dari pemimpin yang tidak jadi panutan ini, lepas dari ketidaknyamanan ini. amin

semoga cepat berlalu,semoga cepat berganti. gelap berganti terang.

Doa untuk si Boss!

Ya Allah Ya Tuhanku… hanya kepad-Mu kami menyembah, hanya kepada-Mu kami memohon.
Ya Allah… aku berdoa kepada-Mu, aku meminta kepada-Mu berikanlah kecerahan dan kebahagiaan di tempat ini. Berikanlah kenyamanan di tempat ini, agar semua yang bekerja dan mencari nafkah di tempat ini bisa menjalankan tugas dengan hati yang ikhlas dan nyaman. Berikanlah orang-orang di tempat ini kesabaran yang luas, keberkahan yang banyak dan kesehatan yang berlimpah. Agar apa saja yang dilakukan di tempat ini bernilai ibadah dimata-Mu.

Baca lebih lanjut