The Wedding 14 maret 2015

finally…
Alhamdulillah…

Setelah penantian panjang, setelah pencarian panjang dan setelah perjalanan panjang akhirnya kapal saya pun berlabuh. Tepat pada hari sabtu tanggal 14 maret 2015 saya sudah resmi jadi istri orang hehee 😁 

Jabatan tangan antara papa saya dan laki-laki yang akan menjadi imam saya menjadi awal ijab qabul yang alhamdulillah hanya satu kali pengucapan. Cepat,lugas dan tegas… Persekian detik di hari itu tanggal itu dan pagi itu semuanya berubah, istri dan calon ibu (insyaAllah Aamiin)

  
Dan inilah laki-laki itu, imam saya saat ini dan sampai akhir hayat (Aamiin). Foto ini diambil sebelum ijab qabul,saat mendengar khotbaj nikah dan dia masih bisa ketawa-ketawa. Padahal saya tau jantungnya sedang berdegup kencang hihihii dan saya pun sama menunggu di dalam kamar pengantin hanya bisa berdoa dan berdzikir agar Allah mudahkan dan lancarkan semuanya. Alhamdulillah..  Alhamdulillah.. Hari itu berjalan dengan khitmad dan lancar sesuai dengan rencana kami, hari itu adalah hari dimana saya dan suami memulai semuanya… Memulai kehidupan yang baru, bukan lagi aku dan kamu tapi kami, tapi kita…

  
Yes! Akhirnya bisa punya foto pake baju pengantin sambil gaya pegang buku nikah wkwkwkwkwkk yakin ga punya impian yang sama kayak saya?? Pasti pada pingin kan bisa foto kayak gini?? Hehhee bukan niat manas-manasin sih tapi moment ini bener-bener bahagiaaaaa 😍😍😍

Setelah acara ijab qabul kami masih melanjutkan ke prosesi yang lain, karena diadat palembang ada prosesi suap-suapan dan cacap-cacapan.

  
Pada prosesi ini saya dan suami didudukam diatas kasur songket yang berukuran kecil, kemudian secara bergantian orang tua dan para tetua di keluarga masing-masing memberikan suapan kepada saya dan suami secara bergantian. Yang disuapkan kepada saya dan suami adalah ketan kuning dan ayam yang sudah dibakar. Pada prosesi ini yang melakukan suapan adalah mama kandung,mama mertua dan para tetua yang perempuan. Setelah suap-suapan dilanjutkan dengan cacap-cacapan dimana prosesi ini dilakukan oleh papa kandung, papa mertua dan para tetua laki-laki. Satu persatu mereka mencipratkan air yang sudah dicampur dengan bermacam-macam bunga ada melati,mawar,kenanga,dll ke ubun-ubun atau keatas kepala saya dan suami. 

Kedua prosesi itu melambangkan bahwa kedua orangtua dan para tetua merestui,melepas dan mendoakan kedua mempelai. Untuk suap-suapan sendiri diibaratkan sebagai suapan terakhir dari seorang ibu kepada anak-anaknya yang telah menikah,yakaliii abis nikah disuapin sama istri wkwkwkwkwkkk 

Intinya pada hari itu kami membagi semua bahagia kami, kami menerima restu dan doa dari seluruh keluarga, kerabat, sahabat, tetangga dan semua tamu. Acara selesai sekitar pukul 12 siang yang ditutup dengan makan siang bersama, alhamdulillah pengantinnya ga laper selain emang ga nafsu karena terlalu bahagia (padahal mah pengantin perempuannya takut lipstiknya rusak) hehehe dan juga karena pengantinnya udah lumayan kenyang disuapin ketan kuning dan ayam wkwkwkwkwkk soalnya mama-mama kita nyuapinnya pake tangan terisi penuh,sampe kita ngunyahnya lama hehehe eh malah ditanya mau nambah gaa? Yaahh kan pengantinnya malu juga kalo mau nambah hahahhaaa

Alhamdulillah… Selesai juga akad nikah kami hari itu, yang masih harus berlanjut dengan acara resepsi pernikahan di esok hari. 

Tar yaaa dilanjut lagi ceritanya, itu juga kalo saya ga males ngebloh wkwkwkwkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s